Jumat, 13 Desember 2013

Perubahan Butuh Kekuatan, Pelajaran Dari Naruto dan Gon

Gon and Naruto


Akhirny Gon hanya bisa menangis, usahanya selama beberapa hari untuk meningkatkan kekuatan, bertarung dengan Knuckle dan menolong Kite gagal. Ia kalah melawan melawan Knuckle dan tidak berhak masuk menuju sarang Chimera Ant.
Pun sama seperti Killua, Ia akhirnya kalah melawan Shoot.
Dalam berbagai aspek, hal menarik dari komik dan anime manga adalah nilai yang ditanamkan didalam perjalanan ceritanya, jauh berbeda dari sinetron picisan Indonesia, atau bahkan film makhluk-makhluk aneh ala ****siar.

Lain Gon, lain Naruto, salah satu contoh manga paling favorit ini mengajarkan banyak hal lain yang lebih menarik. Sejak awal naruto adalah ‘anak haram’ Konoha, setidaknya itulah persepsi sebagian besar penduduk Konoha. Monster Kyubi dalam tubuhnya yang dinilai penduduk konoha sebagai pembawa bencana menyebabkan sebagaian besar penduduk konoha menjauhi Naruto. Belum lagi ditambah kenyataan Kedua orangtua Naruto ‘syahid’ ketika Ia lahir. Kesendirian ditambah sinisme sekitar menjadikan kehidupan Naruto kecil penuh kegetiran.

Perhatian, nampaknya itu asupan utama kehidupan seorang manusia, begitupun Naruto, kekosongan perhatian Orangtuanya yang ‘syahid’ coba Ia dapatkan dengan berbuat Onar : Mencorat-coret patung hokage adalah menu utamanya. Kebencian sebagian besar penduduk konoha terhadap dirinya akhirnya dijawab Naruto dengan sebuah mimpi,

“Aku akan menjadi Hokage terbaik Konoha yang diakui oleh seluruh penduduk Desa”


Waktu berlalu dan akhirnya naruto tumbuh menjadi seorang remaja dengan banyak teman. Kehidupan Naruto memang tidak mudah, tapi akhirnya menjelang dewasa Naruto diakui semua penduduk, penyerangan pain terhadap Konoha akhirnya berbuah hancurnya Desa yang sudah dipimpin 5 generasi ini. Naruto datang dan akhirnya mengalahkan Pain, dan semua penduduk menyambutkan dengan suka cita, selamat datang pahlawan Konoha ! Satu mimpinya tercapai, diakui penduduk desa.

Kehidupan Naruto tidak pernah berhenti dari ‘ghazul fikr’ : ketika bertarung melawan pain Ia harus bertarung melawan pemikiran pain bahwa dunia adalah perputaran perang dan kebencian. Pemenang perang akan menghasilkan pihak kalah yang sakit hati, pihak kalah akan menyulut kebencian untuk akhirnya kembali memulai perang dan seterusnya, infinitif! Pun begitu ketika melawan Madara palsu (Obito). Beberapa kali naruto di tanya pertanyaan yang sama,

“Bagaimana mungkin orang lemah sepertimu berbicara perubahan, mengalahkan aku saja kau tidak bisa !”

Dan bagi saya, scene paling monumental dalam adegan panjang Obito vs Naruto adalah ketika Naruto berhasil mencabut tusuk pengikat cakra dari tubuh para biju, dan Kurama dalam pikirannya berkata

“Lakukan naruto, lakukan seperti kau biasa melakukannya, tunjukkan dengan AKSI mu”


Dalam scene ini akhirnya naruto bisa membuktikan kehebatannya dengan perbuatan, sekali lagi.Inilah benang merahnya, Gon dan Naruto adalah kisah pertarungan, mereka sama memiliki mimpi baik, mimpi akan perubahan, dan kedua anime ini mengajarkan hal penting: perubahan bukan sebuah bualan semata, ia butuh power, kekuatan, kapasitas dan jaringan atau bahasa kerennya, kolaborasi.

Rabu, 30 Oktober 2013

Naruto Jadi Ayam


~Fanfiction Naruto Salah Gaul~ (^_^)


Naruto pulang dalam kondisi mabuk berat dari tempat tongkrongannya sehabis minum, sama seperti hari2 lainnya. Lalu ia merayap ke tempat tidur di samping Hinata yang sudah tertidur pulas. Dia memberi Hinata ciuman di pipi dan ia pun jatuh tertidur.

Ketika ia terbangun ia kaget melihat seseorang aneh yang berdiri di depannya mengenakan jubah hitam panjang menjuntai. "Eh, siapa lu?" bentak Naruto, "Ngapain lu di kamar gue?"
Orang misterius itu menjawab "Maaf, pertama ini bukan kamar tidur kamu, dan kedua saya adalah malaikat yang telah mengambil nyawamu".

Naruto melongo "Maksud lu gue udah mati?! Waduh gimana nih, masih banyak yang belum gue perbuat di dunia dan gue belum sempat bilang selamat tinggal Sama Hinata istri gue, balikin gue lagi dong sekarang, plis bro", katanya sambil mulai berlinang air mata.

Malaikat itu menjawab, "Baiklah, kamu bisa kembali ke dunia tapi ada syaratnya. Kami hanya dapat mengirim kamu kembali sebagai anjing atau Ayam. "

Naruto sangat kecewa, tapi dia ingat ada sebuah Sekolah Hewan Ninja di dekat rumahnya, ia meminta untuk dikirim kembali sebagai Ayam Betina.

Terlihat sebuah kilatan cahaya, tak lama kemudian tampaklah dirinya terbungkus bulu2 putih dan ia mulai menciap2 berkeliling sambil sesekali mematuk tanah.

"Boleh laah, enak juga jadi ayam" pikirnya, tak lama kemudian ia merasakan perasaan aneh mengalir dalam dirinya.

Sang ayam pejantan di Sekolah Ninja itu datang mendekatinya dan berkata "Hei kau ayam baru disini, bagaimana kamu menikmati hari pertamamu di sini?"

"Lumayan lah dari pada lumanyun, hehehe. Peace man." jawab Naruto, "tapi gue berasa aneh di dalam badan gue nih, rasanya kaya mau meledak gitu."

"Kau berovulasi " si ayam jantan menjelaskan, " kau belum pernah bertelur sebelumnya?"

"Belum tuh" jawab Naruto.

"Kalau begitu santai saja dan biarkan terjadi begitu saja. Biarkanlah keluar sendiri."

Setelah dijelaskan seperti itu beberapa detik kemudian setelah melalui beberapa perasaan yang tidak nyaman, telur muncul keluar dari bawah ekornya.

Perasaan lega menghampirinya dan emosinya meluap2 saat dia mengalami menjadi ibu untuk pertama kalinya.

Ketika ia meletakkan telur kedua, ia merasa bahkan lebih bahagia lagi, dan ia tahu bahwa bereinkarnasi menjadi ayam adalah hal terbaik yang pernah terjadi padanya. . . Terbaik!

Saat ia baru saja hendak bertelur yang ketiga kalinya, ia merasakan pukulan sangat keras mendarat dibagian belakang kepalanya dan terdengar Hinata berteriak ...

Naruto setan..!! Bangun ngga lu setan..!!
Udah gila lu yah berak di tempat tidur..!!!